![]() |
2018 dibuka dengan perjalanan yang sangat panjang. Waktu sangat cepat berputar ya, tiba-tiba udah mau Maret aja.
Banyak banget cerita yang tiba-tiba muncul diakhir tahun 2017. Tidak pernah menyesali semua yang terjadi, malah bersyukur banget. Kalau kata orang bijak, kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Akhir tahun lalu, tepat saat memasuki Desember 2017 saya membuang semua skin-care++ yang suka dibeli (alhamdulillah untung FTE SK-II udah habis sebelum memutuskan tahap ini hehe). Bukan tipe cewek yang selalu beli skincare yang coba ini dan itu, tapi prefer menggunakan krim dokter. Alasannya karena bisa di kontrol dan nanya ini itu dengan detail, selain itu gak tega sama kulit kalau harus cobain produk X,Y,Z satu-satu untuk cek mana yg cocok. Tapi poin negatifnya, rata-rata krim dari dokter itu sedikit keras (sedikit tanpa mengumpulkan data, karena tergantung jenis kulit ya) dan ketergantungan.